pariwisata kabupaten mojokerto

Warga Laporkan Kades Kalikatir ke Polda Jatim

  Dibaca : 414 kali
Warga Laporkan Kades Kalikatir ke Polda Jatim
Backhoe yang digunakan galian C untuk mengambil batu yang ada sungai. (mrg)
space ads post kiri

# Terkait Galian C, Picu Keresahan Pecinta Lingkungan

Mojokerto, Memo X – Warga Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, melaporkan Kepala Desa (Kades) Sumaji ke Polda Jawa timur, terkait dugaan telah memberikan ijin serta menjual batu-batuan yang berada di sungai desa mereka dengan proyek Galian C kepada CV Kalvary Abadi. Sebenarnya dengan adanya galian C di Desa Kalikatir warga merasa resah dan sangat tidak setuju. Pasalnya, tidak dimusyawarahkan dulu dengan masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa tetapi hanya persetujuan Kades saja.

Menurut informasi yang didapatkan Memo X, hasil penjualan batu dari Galian C tersebut mencapai miliaran serta diduga sebagian hasilnya masuk ke kantong Kades pribadi. Dituturkan Si’an yang didampingi warga, dia mengatakan keberadaan Galian C di desa mereka sudah menjadi buah bibir masyarakat. ”Hampir setiap hari menjadi perbincangan terkait keberadaan Galian C ini yang mengakibatkan seluruh warga Desa Kalikatir menjadi resah,” tuturnya.

“Kami sangat kecewa dengan ulah Kades yang seenaknya sendiri serta hanya mencari keuntungan pribadi dengan mengijinkan galian C tersebut beroperasi. Kemudian lagi dengan keberadaan alat berat yang setiap harinya melintas di jalan desa, ini juga dapat merusak jalan desa,” bebernya.

Masih menurut Si’an, Kades telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari hasil penjualan batu sungai tersebut. “Diduga kuat juga, dengan memberi ijin serta menjual batu-batu tersebut, Kades telah mendapat hadiah satu unit mobil roda empat, dari pihak CV Kalvary pengelolah galian C tersebut,” jelasnya dengan lantang.

Kembali dijelaskannya, Kades tidak memikirkan akibat serta dampak keberadaan Galian C hingga membuat masyarakat menjadi resah. “Kami selaku warga menyerahkan masalah ini pada pihak yang berwajib segera diusut tuntas siapa saja dalang dibalik ini semua serta pelakunya diserat kemeja hijau,” ujarnya dengan nada geram.

Koordinator Warga Dilaporkan ke Polsek Gondang, Pasal Penghinaan
Terkait laporan ke Polda Jatim, warga Desa Kalikatir meminta penegak hukum mengusut tuntas dalang di balik Galian C yang diduga kuat ilegal. Laporan ini, juga berbuntut karena Si’an, koordinator warga peduli lingkungan Desa Kalikatir, dilaporkan oleh Slamet Pujiono seorang penggali, ke Polsek Gondang, Kabupaten Mojokerto. Si’an disangkakan dengan tuduhan melanggar pasal 310 KUHP tentang Penghinaan.

Warga yang mendampingi Sik-an di Polsek Gondang menunggu dengan sabar. (mrg)

Warga yang mendampingi Sik-an di Polsek Gondang menunggu dengan sabar. (mrg)

Akibat laporan tersebut, Si’an, Sabtu (8/3/2017) siang, mendatangi Polsek Gondang yang didampingi warga serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pasca pemeriksaan sekitar 2 jam oleh Kepala Unit (Kanit) Reskrim Aiptu Padilah, dia menjelaskan ada dugaan dia dilaporkan, karena sebelumnya di media harian terbitan Mojokerto, dia yang bicara.

“Waktu ditanya wartawan, ’kan saya yang maju dan berbicara. Makanya Slamet Pujiono tidak terima serta melaporkan saya ke polsek,” tegasnya.

Diutarakannya, dia dituduh melanggar pasal 310 KUHP tentang penghinaan serta pada pemeriksaan dia ditanyakan seputar masalah ijin. “Yang saya permasalahkan bukan penggaliannya tetapi dugaan pengambilan batu dalam sungai yang benar-benar telah dijual oleh Kepala Desa,” tekannya.

Masih menurut Si’an, pada aturannya, penggalian jaraknya dari sungai harus sekitar 9 meter serta materialnya juga harus ada. “Kenyataannya di dalam serta sekitar sungai batu-batunya habis semua,” jelasnya.

Ketika disinggung bahwa dia dilaporkan terkait masalah pembicaraannya yang mengatakan ijin ilegal dari galian tersebut. Dia mengakui serta menjelaskan bahwa dia mengatakan dugaan ijinnya ilegal. “Coba baca laporan yang kita sampaikan ke Polda, dimana isinya mengatakan diduga kuat galian tersebut ijinnya ilegal,” terangnya.

Ditambahkannya, dia melaporkan ke Polda bersama masyarakat bukan dia pribadi. ”Mengapa saya pribadi yang dilaporkan? Kenapa semua warga yang ikut ke Polda juga tidak dilaporkan? Ini ’kan janggal, ada apa ini,” tutur Si’an dengan nada tanda tanya. (mrg)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional