pariwisata kabupaten mojokerto

Dandim Mojokerto Ingatkan Tentang Proxi War

  Dibaca : 127 kali
Dandim Mojokerto Ingatkan Tentang Proxi War
Dandim 0815 Letkol Czi Budi Pamudji sedang memaparkan Materi dihadapan peserta yang hadir
space ads post kiri

# Dihadapan FKPPI dan PPM pada Pembinaan Keluarga Besar TNI

Komando Distrik Militer (Kodim) 0815 Mojokerto, pada Jumat (24/03), melakukan pembinaan terhadap Keluarga Besar TNI (KBT) bertempat diRuang Pertemuan Makodim 0815 Kota Mojokerto.

Dandim Mojokerto Ingatkan Tentang Proxi War

Dandim 0815 Letkol Czi Budi Pamudji sedang memaparkan Materi dihadapan peserta yang hadir

Pembinaan dimaksudkan agar arah perjuangan dan pengabdian KBT tetap sejalan dengan TNI, yaitu untuk mengabdi kepada bangsa dan Negara, meneguhkan komitmen serta sekaligus mempererat silaturahmi antara Prajurit TNI AD dan keluarga Besar TNI (KBT) khususnya Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI Polri (FKPPI) dan Pemuda Panca Marga (PPM).

Kegiatan mengambil tema, melalui pembinaan KBT, kita tingkatkan solidaritas dan soliditas organisasi PPM dan FKPPI guna mendukung tugas pokok TNI AD, yang dibuka oleh Komadan Kodim (Dandim) 0815 Letkol Czi Budi Pamudji, yang juga merupakan pembina FKPPI dan PPM di wilayah Mojokerto serta dihadiri sekitar  125 orang, antara lain Para Dewan Pembina FKPPI dan PPM Mojokerto, Ketua FKPPI, Ketua GM FKPPI, Ketua PPM, Anggota FKPPI dan PPM se-Mojokerto.

“Kegiatan pembinaan terhadap KBT khususnya FKPPI dan PPM bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi yang sudah terbangun antara Prajurit TNI AD dengan Keluarga Besar TNI Khususnya PPM dan FKPPI sehingga semakin solid dalam mengabdi kepada bangsa dan negara demi tetap tegaknya NKRI,” tegas Dandim pada sambutannya.  

Masih menurut Dandim, dengan hadirnya para dewan penasehat bersama Pengurus FKPPI dan PPM semoga dapat memberikan spirit dan merupakan langkah awal untuk saling mengisi dan mempererat silaturahmi yang lebih harmonis. :Saya berharap, semoga kegiatan ini dapat berlangsung terus. FKPPI dan PPM harus mampu mandiri, menjadi pelopor dan panutan bagi yang lainnya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga Dandim bertindak sebagai nara sumber membawakan materi Proxy War, yakni perang dalam berbagai aspek berbangsa dan bernegara serta adanya berbagai ancaman yang dihadapi bangsa saat ini, yaitu krisis pangan, air dan energi sebagai dampak dari ledakan penduduk dunia yang mendorong peningkatan konsumsi pangan, air dan energi.

“Upaya untuk mengatasi proxy war, salah satunya melalui revitalisasi wawasan kebangsaan yang didasari empat konsensus berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” jelas Dandim pada paparan materinya. 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional