pariwisata kabupaten mojokerto

Kodim Bersama BNNK Laksanakan Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba

  Dibaca : 40 kali
Kodim Bersama BNNK Laksanakan Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba
Para Peserta Penyuluhan yang berlangsung di Makodim 0815 Mojokerto
space ads post kiri

Bertempat di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0815, dilaksanakan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dalam rangka Bin Intel Pam P4GN Kodim 0815, selasa (21/03). Penyuluhan ini mengambil tema Hidup Sehat Tanpa Narkoba, yang diikuti sekitar 100 Personel TNI,PNS dan Ibu-Ibu Persit.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pengecekan tes urine dengan tema Sukseskan Indonesia Bebas Narkoba, yang diselenggarakan oleh Staf Inteldim 0815.

Acara penyuluhan ini dihadiri Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) mayor Inf Nuryakin, S.Sos (Mewakili Dandim), Kasi P2M BNN Kota Mojokerto Kompol Damar Bastiar, ST, Para Danramil serta Ibu-Ibu Persit.

Sambutan Dandim yang dibacakan Kasdim mengatakan kegiatan pemberantasan narkoba (P4GN) merupakan program dari Komando TNI AD dalam mendukung dan mensukseskan program Indonesia bebas narkoba.

“Hal ini sesuai dengan intruksi (Inpres) tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional (Jaktranas) P4GN,” tegasnya.

Kasi P2M BNN Kota Mojokerto Kompol Damar Bastiar, ST pada materinya menyampaikan masalah narkoba meliputi 3 hal yaitu produksi gelap, peredaran gelap dan penyalahgunaan.

Sementara permasalahan narkoba di Indonesia karena ada permintaan dan penawaran. “Wilayah Indonesia termasuk peringkat tertinggi kasus peredaran narkoba, karena lemahnya pengawasan dari perairan laut kita dan presentasi penyalahgunaan narkoba tahun 2015-2016 mencapai 45 juta jiwa,” beber Damar.

Adapun jenis narkotika yang ada antara lain ganja, pil ekstasi, bubuk kokain, bunga opium, serta sabu-sabu serta lainnya. Untuk sanksi pidana tentang narkotika, yakni narkotika golongan 1 (tanaman) sanksi pidana minimal 4 tahun dan sanksi maksimal 12 tahun, narkotika golongan 2 sanksi minimal 4 tahun sanksi maksimal 12 tahun, golongan 3 sanksi pidana minimal 3 tahun.

Pada akhir acara dilakukan tes urine terhadap anggota secara acak oleh petugas dari Denkesyah mojokerto dibantu Provost, dimana hasil seluruhnya negatip. (mrg/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional