pariwisata kabupaten mojokerto

Diduga Hoax, Berita Camat Pacet Lecehkan Wartawan

  Dibaca : 151 kali
Diduga Hoax, Berita Camat Pacet Lecehkan Wartawan
Rumah Sakit & Pengurus: Ketua Pengurus RS Islam Sakinah yang lama, Siroji Achmad (kaos merah) dan Pengurus yang baru, Mahsum Arif ( baju batik). (ant)
space ads post kiri

Satu Minggu belakangan ini, telah beredar berita di Whatsapp (WA) yang menyebutkan Camat Pacet, Norman Handito diduga lecehkan dan hina wartawan dengan harga Rp 25 ribu.

Diduga Hoax, Berita Camat Pacet Lecehkan Wartawan

Camat Pacet sedang dikonfirmasi diruang kerjanya

Kabar tersebut menyebutkan, Norman mengeluarkan perkataan tersebut ketika memimpin rapat bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), yang diselenggarakan dibalai desa Petak, Kecamatan Pacet, kabupaten Mojokerto, pada Minggu (04/12) sekitar pukul. 19.00 Wib, yang dihadiri Komandan Rayon Militer (Danramil) Pacet, Kapolsek, RW, RT wilayah Kembang Kuning, dengan pokok bahasan Program Pembangunan Terminal wisata di Dusun Kembang Kuning Pacet.

Pada pertemuan diruang kerjanya, Norman membenarkan rapat tersebut terkait pembangunan terminal desa serta yang dimaksudnya adalah wartawan Bodrek.

“Saya katakan, wartawan yang saya maksudkan adalah wartawan bodrek, dimana tidak mempunyai Koran, datang hanya menanya-nanya, membuat berita tidak berimbang, tidak pernah berita ditayangkan serta tidak mempunyai identitas sebagai wartawan, yaitu tidak mempunyai Kartu Pers,” tegasnya dengan lantang.

Disampaikannya, kita harus memilah-milah. Teman-teman saya wartawan sangat banyak, yang saya tanyakan disini adalah kalau ada orang datang yang ngaku-ngaku wartawan tapi gak punya media, dan medianya tidak berimbang senangnya menjelek-njelekkan dan tidak mau konfirmasi, sukanya datang tetapi sok tau sepertinya tahu tentang fisik tetapi sebenarnya tidak.

“Saya tidak menghargai teman yang datang seperti itu, haruslah kita pinter mana kalimat yang diartikan sebenarnya, mana arti kalimat konotatif atau arti kiasan,” ujarnya.

Ditambahkannya, pada intinya atau substansinya. “Saya bukan melecehkan wartawan tetapi kata tersebut saya alamatkan kepada orang yang mengaku-aku sebagai wartawan, pada hal bukan alias bodrek, dimana tidak jelas medianya dan tidak berimbang,” jelasnya kembali mengulang.

Belakangan diketahui, Koran ini mendapatkan rekaman yang dimaksud dimana rekaman tersebut terdiri dari 3. Rekaman pertama berdurasi 5.27 menit, ke-dua 26.20 menit serta yang ke-tiga 30.08.

Menurut berita yang ada Norman mengatakan hal tersebut pada rekaman ke-dua yang berdurasi 26.20 menit. Namun setelah mendengarkan rekaman tersebut, norman memang ada menyebutkan wartawan pada rekaman pada menit sekitar 21.19, namun tidak ada menyebutkan kata-kata seperti yang didugakan alias diduga Hoax, bahkan dia melarang untuk memberikan materi bukan hanya kepada wartawan, tapi kepada siapa saja.

Pada rekaman yang lain juga, Norman menekankan kepada Kepala desa dan para pelaksana proyek agar berhati-hati serta membuat laporan keuangan sesua dengan peraturan yang ada. “Jangan membuat laporan dengan sesukanya sendiri, karena itu akan berbahaya,” ujarnya.

“Carikan pendamping, karena pendamping adalah pegawas, karena segala sesuatu akan dicek nanti baik barang yang ada serta kualitas barang, sesuai apa tidak dengan diperuntukkan,” tandas Camat. (mrg/mzm)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional