pariwisata kabupaten mojokerto

Masyarakat Medali versus Pabrik BNM

  Dibaca : 342 kali
Masyarakat Medali versus Pabrik BNM
Demo Buruh mendapat pengawalan ketat dari Aparat keamanan
space ads post kiri

# Nasib 400 Buruh Terkatung-Katung

Masyarakat versus pabrik, akibatnya 400 orang buruh jadi korban. Sekitar 200 orang buruh Pabrik Karet PT. Bumi Nusa Makmur (BNM), Senin (13/03) mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto.

Masyarakat Medali versus Pabrik BNM

Demo Buruh mendapat pengawalan ketat dari Aparat keamanan

Kedatangan para buruh, ingin menyampaikan nasib mereka yang sudah beberapa hari ini, sudah tidak diperjakan lagi alias dirumahkan sementara, oleh karena warga Medali dan sekitarnya menuntut agar pabrik karet BNM ditutup. Akibatnya, nasib sekitar 400 buruh yang bekerja di pabrik BNM terkatung-katung.

Setelah melakukan orasi, akhirnya perwakilan buruh diterima Ketua Komisi D, Erma Mu’arofah dan anggotanya Ainur Rosyid, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Try Mulyanto serta Aparat Keamanan dari Polres Kabupaten Mojokerto.

Pada pertemuan ini, Rudi, Ketua serikat buruh menjelaskan, mereka telah bekerja selama 8 tahun di BNM serta kedatangan mereka ke dewan bukan ingin minta pesangon. Dengan bekerja sekian lama tersebut untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain tidak mungkin.

“Saya harap dari pihak perusahaan bisa memberikan suatu kontribusi, mencari suatu solusi dan juga pemerintah bisa memikirkan kesejahteraan anak istri kami,” tegasnya dihadapan aparat yang hadir.

Menurutnya, bukan serta merta kedatangannya ingin meminta pesangon yang besarannya sekitar 4 juta- 5 juta. “Apa artinya jumlahnya sebesar tersebut, paling dalam waktu dua tiga hari akan habis, tetapi kami lebih memikirkan kedepan nasib kami seperti apa. Paling tidak permasalahan antara warga dengan BNM ada solusi karena kami masih ingin bekerja di BNM,” ungkap bupati Lumbung Aspirasi Masyarakat (LIRA) ini.

“Jadi paling tidak bukan permasalahan yang lain, tapi saya minta ada solusi disana, memang normatifnya kalau perusahaan tutup memang ada pesangon, upah yang harus dibayar tapi kita tidak ingin seperti itu. Kami berharap, agar Pemerintah kabupaten (Pemkab) Mojokerto, kalau pabrik ditutup harus ada pekerjaan baru bagi kami,” harapnya.

Baca juga : Jesika: Kita Sudah Melakukan Apa yang Diinginkan Warga

“Pada prinsipnya dari pihak managemen punya kewajiban untuk membayar hak-hak dari buruh, misalkan mulai bulan ini dirumahkan kewajiban dari manajemen untuk membayar gaji buruh, kecuali nanti ditengah perjalanan ada penutupan terhadap penutupan pada perusahaan kita hitung lagi satu kali ketentuan,” jelas Kepala Disnaker Try Mulyanto.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional