pariwisata kabupaten mojokerto

Gelar Wayangan, Wali Kota Beri Reward Pencetus Nama Rejoto

  Dibaca : 61 kali
Gelar Wayangan, Wali Kota Beri Reward Pencetus Nama Rejoto
Wali Kota Memberikan Gunungan Kepada Ki Dalang
space ads post kiri

Pada Jumat (24/2) Wali Kota memenuhi janjinya untuk memberi reward. Dia lantas memanggil ke panggung seorang ibu bernama Nur Ifah saat membuka Pagelaran Wayang Kulit di atas jembatan Rejoto tersebut. Pagelaran Wayang merupakan bentuk uri-uri budaya jawa dalam meresmikan sebuah tempat.

                Diungkapkan Walikota, nama Rejoto ini ternyata ada dua usulan yang sama, yaitu pertama ketika tahun 2014 mendapatkan usulan saat acara dialog interaktif di Kelurahan Pulorejo.

Dan kedua ketika PSN di lingkungan Trenggilis  ada seorang ibu bernama Nur Ifah ini yang pada waktu itu mengusulkan kalau nanti jembatan sudah jadi agar diberi nama rejoto yaitu singkatan Pulorejo dan Blooto.

Menurutnya, dengan adanya nama itu, Pulorejo-Blooto ini benar-benar rejo dan gak sepi. “Saya sangat berterima kasih. Siapapun yang mempunyai jasa, mempunyai kreasi untuk memajuan Kota kita tercinta, saya selalu memberikan reward. Apalagi pada tahun 2017 ini saya berikan tema yaitu tahun kreasi, inovasi dan prestasi,” tegas Wali Kota sambil memberikan uang tunai satu juta rupiah kepada Nur Ifah.

Kembali dijelaskan Walikota, pembangunan jembatan ini sudah dirintis sejak jaman pemerintahan Wali Kota Abdul Gani Soehartono. Ide dan gagasan beliau itu untuk menghubungkan masyarakat blooto dan masyarakat pulorejo agar meningkat ekonominya dan kesejahteraannya.

“Alhamdulillah gagasan dari beliau bisa kita wujudkan yang tujuannya tidak lain yaitu untuk meningkatkan rasa kebersamaan kita sebagai warga Kota Mojokerto. Harapan kami tidak hanya menghubungkan secara fisik saja, tetapi secara mental, budaya dan membangun kebersamaan dan kesejahteraan,” lanjut Wali Kota.

Kembali dia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui bahwa Jembatan Rejoto telah dimanfaatkan untuk perekonomian masyarakat setempat. Ia mewanti-wanti masyarakat agar selalu menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan tersebut serta menjaga kenyamanan.

“Saya minta agar pemanfaatan jalan di sepanjang jalan Jembatan Rejoto ini harus diperhatikan ketertibannya dan kebersihannya. Setelah kegiatan sampahnya mohon untuk dibersihkan. Jangan sampai membuang sampah di sungai, buanglah sampah pada tempatnya sehingga sampah itu nanti bisa dikelola dengan baik,” jelasnya. (mrg)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional