pariwisata kabupaten mojokerto

Penggunaan PNBP NR KUA Trawas Berdasarkan PMA 46 Tahun 2014

  Dibaca : 283 kali
Penggunaan PNBP NR KUA Trawas Berdasarkan PMA 46 Tahun 2014
Rumah Sakit & Pengurus: Ketua Pengurus RS Islam Sakinah yang lama, Siroji Achmad (kaos merah) dan Pengurus yang baru, Mahsum Arif ( baju batik). (ant)
space ads post kiri

Agar tidak terjadi permasalahan atau polemik dibelakang hari, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto dalam penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Nikah Rujuk (NR) berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) 46 Tahun 2014. Hal ini dikatakan Muhaimin, S.Ag. MM, Kepala KUA Trawas, saat dikunjungi Memo X di kantornya.

Muhaimin, S.Ag.MM, Kepala KUA Trawas

Muhaimin, S.Ag.MM, Kepala KUA Trawas

Menurut Muhaimin, Penggunaan PNBP NR itu meliputi, Pembiayaan Transport dan honorarium bimbingan pelaksanaan Nikah Rujuk (NR), Pengelola PNBP NR, Kursus Pranikah, Supervisi Adminitrasi NR dan biaya lain untuk peningkatan kualitas pelayanan NR.

Pemberian Transport dan honorarium layanan bimbingan pelaksanaan NR di luar kantor, diberikan sesuai Tipologi KUA Kecamatan.

Biaya pengelolaan PNBP NR diberikan setiap bulan, Kursus pra nikah, Supervisi administrasi NR serta kegiatan lainnya, diberikan biaya setiap kegiatan.

“Supervisi administrasi dilaksanakan oleh Kepala seksi yang membidangi Urais/Binsyar Islam, dilaksanakan setiap triwulan sekali,” ungkapnya.

Masih Muhaimin, Kepala KUA Kecamatan wajib menyampaikan laporan realisasi penerimaan PNBP N, paling lambat tanggal 5 setiap bulannya kepada Kankemenag Kab/Kota. Kankemenag Kab/Kota wajib melaporkan realisasi penerimaan PNBP NR paling lambat tanggal 10 setiap bulannya kepada Kanwil Kemenag Provinsi.

“Disamping berdasarkan PMA 46 Th 2014, penggunaaan PNBP NR juga berdasarkan Kep.Dirjen Bimas Islam No. DJ.II / 748 / 2014 yang mengatur Tugas Pelaksana Pengelola PNBP NR pada KUA Kecamatan, untuk melakukan pembukuan atas penerimaan setoran PNBP NR, melaporkan realisasi penerimaan bukti setoran biaya NR setiap bulan kepada Kankemenag Kab/ Kota, melaporkan data peristiwa NR secara keseluruan tiap bulan dan menyiapkan bahan usulan kegiatan KUA kepada Kankemenag Kab/Kota,” urainya.

Lebih lanjut Muhaimin menjelaskan, adapun Mekanisme penerimaan PNBP NR adalah, Calon Pengantin (Catin) membayar biaya NR diluar KUA sebesar Rp 600.000 kepada Bank Persepsi ( Bank yang di tunjuk,red), Nikah di KUA pada hari dan jam kerja dikenakan tariff Rp.0 ( Nol Rupiah atau gratis). Nikah di KUA pada hari libur dan diluar jam kerja dikenakan tarif nikah luar KUA, yaitu Rp 600.000.

“Sedangkan calon pengantin yang tidak mampu secara ekonomi atau terkena musibah/bencana dikenakan tarif Rp 0 dengan syarat melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kades/Lurah setempat yang diketahui camat dan didokumentasikan oleh penghulu dan pencatatan nikah berdasarkan Keputusan Pengadilan Agama (PA) melalui itsbat nikah dikenakan tariff Rp0,” pungkasnya. (ar/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional